Bank Indonesia memprediksi laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu, pada Triwulan II 2014 ini masih mengalami perlambatan. Hal ini terjadi karena masing tingginya tekanan inflasi di Bengkulu yang disebabkan oleh beberapa agenda tahunan serta bulan Ramadhan dan Lebaran, dengan melihat tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga pada saat Ramadhan dan Lebaran akan berdampak menimbulkan inflasi. Dengan melihat siklus tahunan ini pemerintah diharapkan menyiapkan strategi untuk mengatasinya.

Dengan melihat kenyataan tersebut, Bank Indonesia berharap agar pemerintah bisa mengendalikan inflasi yang ada di Bengkulu. Sehingga laju inflasi yang ada tidak terlampau tinggi sehingga menekan laju pertumbuhan ekonomi di Bengkulu.

Namun menurut Bank Indonesia masih melambatnya ekonomi Bengkulu dikarenakan pengaruh kebijakan pemerintah untuk stabilisasi penyaluran kredit yaitu dengan menaikkan subu bunga acuan Bank Indonesia ke level 7,5 persen hingga saat ini.

Hingga akhir triwulan I 2014 lalu, ekonomi Bengkulu tumbuh sebesar 7,78 persen pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan dengan pertumbuhan akhir triwulan IV 2013 yang tumbuh sebesar 7,83 persen.